Pendapat netizen

Netizen and All Their Judgement

Yup, tulisan ini terjadi akibat MBA ! (Membaca (tweet) By Accident) dan begitu ngeliat tweet itu, aku langsung tersadar akan banyaknya perbincangan aku dengan teman-teman mengenai opini-opini netizen di sosial media. Opini yang seringkali membuat aku terhenyak sendiri ngebacanya.

Ketika ada hal yang terjadi, semisal isu mengenai xxx (sengaja di sensor aja, karena tidak merujuk pada isu apapun) yang sedang ramai diperbincangkan, tidak pelak kita ingin ikut berkomentar mengenai hal-hal tersebut. Dengan adanya sosial media, tiap individu merasa perlu ataupun wajib mengemukakan opininya mengenai peristiwa yang sedang terjadi. Ke-eksis-an kita di media sosial dipertaruhkan. Oleh karenanya penting untuk menyampaikan pemikiran kita, baik melalui kicauan di twitter, post di facebook ataupun di blog. Menurut gue pribadi gak ada yang salah dengan hal tersebut. Dengan membagikan pemikiran kita ataupun berita-berita yang sedang terjadi di sekitar kita (asal jangan hoax :D)

Tapi, dari pemikiran atau opini para netizen di sosial media, tentu saja hadir pro dan kontra. Seringkali, kebencian, hinaan dan cacian pun mewarnai. Mulai dari pemikiran yang dangkal sangat tidak beralasan hingga pemikiran mendalam yang perlu kita cerna. Aku sendiri merasa sangat menyenangkan apabila ada yang melayangkan opini di media dengan dilandasi argumen, bukan hanya opini pribadi mengenai sesuatu hal yang dan hanya ikut-ikutan tahu bukan literally know about it !

Setidaknya yang ingin aku garis bawahi adalah kenapa tidak mencoba untuk melihat lebih jauh mengenai suatu topik, coba lihat dari berbagai sudut pandang (dan kau akan lebih memahami – disadur dari petualangan sherina,hehe) tidak menutup mata dan pikiran dengan kacamata kuda dan hanya terpatok berputar-putar dengan pemikiran sendiri. Lalu sibuk menghakimi sebelah mata. Alangkah lebih baiknya sebelum berkomentar akan sesuatu hal, kita mencari tahu terlebih dahulu mengenai hal tersebut. Tidak serta merta menjudge begitu saja. Kita berusaha mencari tahu dan mengkajinya sendiri bukan hanya ikut-ikutan opini orang lain mengenai hal tersebut lalu kemudian menjudge suatu situasi. I guess, sometimes we make easily judgement based on something we barely have information about rather than something we know much about. Karena jika kita mengetahui sesuatu lebih dalam kita dapat mengembangkan empati akan suatu hal tersebut.

Tapi, sepertinya kita cenderung menolak hal baru atau hal yang kita kurang punya pengetahuan tentang itu dan lebih cenderung mengikuti opini orang lain atau opini significant person di sekitar kita, karena itu lebih mudah. Tidak perlu repot-repot berpikir atau berusaha memahami. Ada kalanya hal baru juga memberi rasa takut pada kita sehingga kita takut untuk memahami. Like Earl Nightingale said, “Whenever we’re afraid, it’s because we don’t know enough. If we understood enough, we would never be afraid.”

So, aku rasa judgment negatif atau cacian dan makian akan suatu hal baiknya bisa kita pertimbangkan kembali. Let’s surround ourself with every kind of person, explore and try be open-minded. You’ll never know what you might find, bigger perspective and bigger heart !