comfort zone

Here Comes The Journey

Perjalanan dimulai dari sebuah perubahan..

Layaknya anak-anak lain, aku juga pernah berpikir untuk merubah dunia. Ingin kehadiranku di dunia meninggalkan jejak dengan membuat atau merubah dunia menjadi lebih baik.

Lalu kemudian.. Muluk ? Yeah, especially when you think about it again five or ten years later. Apa yang merubah hal tersebut ? Kenapa kini aku tidak lagi ingin merubah dunia, tidak lagi bermimpi dunia dapat menjadi tempat yang lebih layak untuk di tinggali ? Apa karena aku hidup di dunia ini sedikit lama ? kemudian akhirnya aku menyadari bahwa perubahan yang menyeluruh, mendalam, massive dan terstuktur  bukanlah hal yang mudah (tapi bukan berarti tidak mungkin juga sih). Aku menyadari bahwa perubahan tidaklah harus besar, akan tetapi perubahan kecil yang memberi dampaklah yang lebih mengena, rite ?  Perubahan. Tidak masalah apakah itu besar atau kecil, tapi dampak dari perubahan itulah yang penting.

Aku sendiri juga mengalami perubahan dalam hidup. Dulu aku merasa aku anak yang cukup kuat (bukan kuat seperti Hercules atau Samson gitu ya) tapi aku merasa termasuk anak dengan ketahanan tubuh yang kuat. Hal ini dimana aku gak gampang sakit bahkan saat temen-temen pada tumbang karena padatnya tugas atau aktivitas sekolah, Alhamdulillah sakit yang berkunjung palingan flu atau masuk angin. Makanya aku mengatakan bahwa aku anak yang cukup kuat. Akan tetapi, suatu ketika aku terbangun dengan tubuh yang seluruhnya sakit. Lalu, setelah mendapat diagnosis dari dokter, terjadi perubahan dalam hidup aku, dimana aku bukan lagi anak kuat yang selama ini aku kenal. Perubahan kecil ini membawa dampak yang cukup besar dalam hidupku. Aku harus merubah pola hidup yang selama ini aku jalani menjadi pola hidup yang lebih sehat, less stress and less tired. Dalam semalam perubahan kecil ini membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan aku.

Dengan perubahan yang datang ini aku menjadi banyak berpikir. Sebagian kita terbiasa hidup di comfort zone, jika kemudian datang perubahan apa kita siap ? Dan apa kita mau juga untuk berubah ? Kemudian aku kembali bertanya, kapan seseorang mau berubah ? Apa karena harus berubah ? Atau karena kita merasa dan kita ingin berubah ?

Advertisements